Selasa, 22 November 2011

Castle Escape games for Blackberry

Menarik juga bermain games Castle Escape di Blackberry, ada kalanya dilevel tertentu sangat sulit untuk dipecahkan. Berikut ini level yang dianggap sulit sbb:

Level 3









L: Left, R: Right, D: Down, U: Up
Figure 1: Blue: LDR. Red: DRD.
Figure 2: Red: LUR
Figure 3: Blue: ULD
Red: L, Blue: U

Level 4




Green: ULDL
Blue: RULDL
Green: URULDL

 Level 7
Blue: L
Green: DR
Blue: RUL
Green: L

Jumat, 12 Agustus 2011

Kisah Kesabaran (Al-Fushilat:35)


Ditengah gemuruhnya kota, ternyata Riyadh menyimpan bayak kisah.
Kota ini menyimpan rahasia yang hanya diperdengarkan kepada telinga dan hati yang mendengar. Tentu saja, Hidayah adalah kehendak NYA dan Hidayah hanya akan diberikan kepada mereka yang mencarinya.

Ada sebuah energi yang luar biasa dari cerita yang kudengar beberapa hari yang lalu dari sahabat Saya mengenal banyak dari mereka, ada beberapa dari Palestina, Bahrain, Jordan, Syiria, Pakistan, India, Srilanka dan kebanyakan dari Mesir dan Saudi Arabia sendiri. Ada beberapa juga dari suku Arab yang tinggal dibenua Afrika. Salah satunya adalah teman dari Negara Sudan, Afrika.

Saya mengenalnya dengan nama Ammar Mustafa, dia salah satu Muslim kulit hitam yang juga kerja di Hotel ini.

Beberapa bulan ini saya tidak lagi melihatnya berkerja.
Biasanya saya melihatnya bekerja bersama pekerja lainnya menggarap proyek bangunan di tengah terik matahari kota Riyadh yang sampai saat ini belum bisa ramah dikulit saya.

Hari itu Ammar tidak terlihat.
Karena penasaran, saya coba tanyakan kepada Iqbal tentang kabarnya.

"Oh kamu tidak tahu?"
Jawabnya balik bertanya, memakai bahasa Ingris khas India yang bercampur dengan logat urdhu yang pekat.

"Iyah beberapa minggu ini dia gak terlihat di Mushola ya?" Jawab saya.

Selepas itu, tanpa saya duga iqbal bercerita panjang lebar tentang Ammar.
Dia menceritakan tentang hidup Ammar yang pedih dari awal hingga akhir, semula saya keheranan melihat matanya yang menerawang jauh. Seperti ingin memanggil kembali sosok teman sekamarnya itu.

Saya mendengarkan dengan seksama.

Ternyata Amar datang ke kota Riyadh ini lima tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 2004 lalu.
Ia datang ke Negeri ini dengan tangan kosong, dia nekad pergi meninggalkan keluarganya di Sudanuntuk mencari kehidupan di Kota ini. Saudi arabia memang memberikan free visa untuk Negara Negara Arab lainnya termasuk Sudan, jadi ia bisa bebas mencari kerja disini asal punya Pasport dan tiket.

Sayang, kehidupan memang tidak selamanya bersahabat.
Do'a Ammar untuk mendapat kehidupan yang lebih baik di kota ini demi keluarganya ternyata saat itu belum terkabul. Dia bekerja berpindah pindah dengan gaji yang sangat kecil, uang gajinya tidak sanggup untuk membayar apartemen hingga ia tinggal di apartemen teman temannya.

Meski demikian, Ammar tetap gigih mencari pekerjaan.
Ia tetap mencari kesempatan agar bisa mengirim uang untuk keluarganya di Sudan.

Bulan pertama berlalu kering, bulan kedua semakin berat...
Bulan ketiga hingga tahun tahun berikutnya kepedihan Ammar tidak kunjung berakhir..
Waktu bergeser lamban dan berat, telah lima tahun Ammar hidup berpindah pindah di Kota ini. Bekerja dibawah tekanan panas matahari dan suasana Kota yang garang.
Tapi amar tetap bertahan dalam kesabaran.

Kota metropolitan akan lebih parah dari hutan rimba jika kita tidak tahu caranya untuk mendapatkan uang, dihutan bahkan lebih baik. Di hutan kita masih bisa menemukan buah buah, tapi di kotaKota adalah belantara penderitaan yang akan menjerat siapa saja yang tidak mampu bersaing.

Riyadh adalah ibu kota Saudi Arabia.
Hanya berjarak 7 jam dari Dubai dan 10 Jam jarak tempuh dengan bis menuju Makkah. Dihampir keseluruhan kota ini tidak ada pepohonan untuk berlindung saat panas. Disini hanya terlihat kurma kurma yang berbuah satu kali dalam setahun..

Amar seperti terjerat di belantara Kota ini.
Pulang ke suddan bukan pilihan terbaik, ia sudah melangkah, ia harus membawa perubahan untuk kehidupan keluarganya di negeri Sudan. Itu tekadnya.

Ammar tetap tabah dan tidak berlepas diri dari keluarganya.
Ia tetap mengirimi mereka uang meski sangat sedikit, meski harus ditukar dengan lapar dan haus untuk raganya disini.

Sering ia melewatkan harinya dengan puasa menahan dahaga dan lapar sambil terus melangkah, berikhtiar mencari suap demi suap nasi untuk keluarganya di Sudan.

Tapi Ammar pun Manusia.
Ditahun kelima ini ia tidak tahan lagi menahan malu dengan teman temannya yang ia kenal, sudah limatahun ia berpindah pindah kerja dan numpang di teman temannya tapi kehidupannya tidak kunjung berubah.

Ia memutuskan untuk pulang ke Sudan.
Tekadnya telah bulat untuk kembali menemui keluarganya, meski dengan tanpa uang yang ia bawa untuk mereka yang menunggunya.

Saat itupun sebenarnya ia tidak memiliki uang, meski sebatas uang untuk tiket pulang.
Ia memaksakan diri menceritakan keinginannya untuk pulang itu kepada teman terdekatnya. Dan salah satu teman baik amar memahaminya ia memberinya sejumlah uang untuk beli satu tiket penerbangan keSudan.

Hari itu juga Ammar berpamitan untuk pergi meninggalkan kota ini dengan niat untuk kembali ke keluarganya dan mencari kehidupan di sana saja.

Ia pergi ke sebuah Agen di jalan Olaya- Riyadh, utuk menukar uangnya dengan tiket. Sayang, ternyata semua penerbangan Riyadh-Sudan minggu ini susah didapat karena konflik di Libya, Negara tetangganya. Tiket hanya tersedia untuk kelas executive saja.

Akhirnya ia beli tiket untuk penerbangan minggu berikutnya.
Ia memesan dari saat itu supaya bisa lebih murah. Tiket sudah ditangan, dan jadwal terbang masih minggu depan.

Ammar sedikit kebingungan dengan nasibnya.
Tadi pagi ia tidak sarapan karena sudah tidak sanggup lagi menahan malu sama temannya, siang inipun belum ada celah untuk makan siang. Tapi baginya ini bukan hal pertama. Ia hampir terbiasa dengan kebiasaan itu.

Adzan dzuhur bergema..
Semua Toko Toko, Supermarket, Bank, dan Kantor Pemerintah serentak menutup pintu dan menguncinya. Security Kota berjaga jaga di luar kantor kantor, menunggu hingga waktu Shalat berjamaah selesai.

Ammar tergesa menuju sebuah masjid di pusat kota Riyadh.
Ia mengikatkan tas kosongnya di pinggang, kemudian mengambil wudhu.. memabasahi wajahnya yang hitam legam, mengusap rambutnya yang keriting dengan air.

Lalu ia masuk mesjid. Shalat 2 rakaat untuk menghormati masjid. Ia duduk menunggu mutawwa memulai shalat berjamaah.

Hanya disetiap shalat itulah dia merasakan kesejukan, Ia merasakan terlepas dari beban Dunia yang menindihnya, hingga hatinya berada dalam ketenangan ditiap menit yang ia lalui.

Shalat telah selesai.
Ammar masih bingung untuk memulai langkah.
Penerbangan masih seminggu lagi.

Ia diam.

Dilihatnya beberapa mushaf al Qur'an yang tersimpan rapi di pilar pilar mesjid yang kokoh itu. Ia mengmbil salah satunya, bibirnya mulai bergetar membaca taawudz dan terus membaca al Qur'an hingga adzan Ashar tiba menyapanya.

Selepas Maghrib ia masih disana.
Beberapa hari berikutnya, Ia memutuskan untuk tinggal disana hingga jadwal penerbangan ke Sudantiba.

Ammar memang telah terbiasa bangun awal di setiap harinya.
Seperti pagi itu, ia adalah orang pertama yang terbangun di sudut kota itu.
Ammar mengumandangkan suara indahnya memanggil jiwa jiwa untuk shalat, membangunkan seisi kota saat fajar menyingsing menyapa Kota.

Adzannya memang khas.
Hingga bukan sebuah kebetulan juga jika Prince (Putra Raja Saudi) di kota itu juga terpanggil untuk shalat Subuh berjamaah disana.

Adzan itu ia kumandangkan disetiap pagi dalam sisa seminggu terakhirnya di kota Riyadh.
Hingga jadwal penerbanganpun tiba. Ditiket tertulis jadwal penerbangan ke Sudan jam 05:23am, artinya ia harus sudah ada di bandara jam 3 pagi atau 2 jam sebelumnya.

Ammar bangun lebih awal dan pamit kepada pengelola masjid, untuk mencari bis menuju bandara King Abdul Azis Riyadh yang hanya berjarak kurang dari 30 menit dari pusat Kota.

Amar sudah duduk diruang tunggu dibandara, Penerbangan sepertinya sedikit ditunda, kecemasan mulai meliputinya.
Ia harus pulang kenegerinya tanpa uang sedikitpun, padahal lima tahun ini tidak sebentar, ia sudah berusaha semaksimal mungkin.

Tapi inilah kehidupan, ia memahami bahwa dunia ini hanya persinggahan.
Ia tidak pernah ingin mencemari kedekatannya dengan Penggenggam Alam semesta ini dengan mengeluh. Ia tetap berjalan tertatih memenuhi kewajiban kewajibannya, sebagai Hamba Allah, sebagai Imam dalam keluarga dan ayah buat anak anaknya.

Diantara lamunan kecemasannya, ia dikejutkan oleh suara yang memanggil manggil namanya.
Suara itu datang dari speaker dibandara tersebut, rasa kagetnya belum hilang Ammar dikejutkan lagi oleh sekelompok berbadan tegap yang menghampirinya.

Mereka membawa Ammar ke mobil tanpa basa basi, mereka hanya berkata "Prince memanggilmu".
Ammarpun semakin kaget jika ia ternyata mau dihadapkan dengan Prince.  Prince adalah Putra Raja, kerajaan Saudi tidak hanya memiliki satu Prince. Prince dan Princess mereka banyak tersebar hingga ratusan diseluruh jazirah Arab ini. Mereka memilii Palace atau Istana masing masing.

Keheranan dan ketakutan Ammar baru sirna ketika ia sampai di Mesjid tempat ia menginap seminggu terakhir itu, disana pengelola masjid itu menceritakan bahwa Prince merasa kehilangan dengan Adzan fajar yang biasa ia lantunkan.

Setiap kali Ammar adzan prince selalu bangun dan merasa terpanggil..
Hingga ketika adzan itu tidak terdengar, Prince merasa kehilangan. Saat mengetahui bahwa sang Muadzin itu ternyata pulang kenegerinya Prince langsung memerintahkan pihak bandara untuk menunda penerbangan dan segera menjemput Ammar yang saat itu sudah mau terbang untuk kembali ke Negerinya.

Singkat cerita, Ammar sudah berhadapan dengan Prince.
Prince menyambut Ammar dirumahnya, dengan beberapa pertanyaan tentang alasan kenapa ia tergesa pulang ke Sudan.

Amarpun menceritakan bahwa ia sudah lima tahun di Kota Riyadh ini dan tidak mendapatkan kesempatan kerja yang tetap serta gaji yang cukup untuk menghidupi keluarganya.

Prince mengangguk nganguk dan bertanya: "Berapakah gajihmu dalam satu bulan?"
Amar kebingungan, karena gaji yang ia terima tidak pernah tetap. Bahkan sering ia tidak punya gaji sama sekali, bahkan berbulan bulan tanpa gaji dinegeri ini.

Prince memakluminya.
Beliau bertanya lagi: "Berapa gaji paling besar dalam sebulan yang pernah kamu dapati?"

Dahi Ammar berkerut mengingat kembali catatan hitamnya selama lima tahun kebelakang. Ia lalu menjawabnya dengan malu: "Hanya SR 1.400", jawab Ammar.

Prince langsung memerintahkan sekretarisnya untuk menghitung uang.
1.400 Real itu dikali dengan 5 tahun (60 bulan) dan hasilnya adalah SR 84.000 (84 Ribu Real = Rp. 184. 800.000). Saat itu juga bendahara Prince menghitung uang dan menyerahkannya kepada Amar.

Tubuh Amar bergetar melihat keajaiban dihadapannya.

Belum selesai bibirnya mengucapkan Al Hamdalah, Prince baik itu menghampiri dan memeluknya seraya berkata:
"Aku tahu, cerita tentang keluargamu yang menantimu di Sudan. Pulanglah temui istri dan anakmu dengan uang ini. Lalu kembali lagi setelah 3 bulan. Saya siapkan tiketnya untuk kamu dan keluargamu kembali ke Riyadh. Jadilah Bilall dimasjidku.. dan hiduplah bersama kami di Palace ini"

Ammar tidak tahan lagi menahan air matanya.
Ia tidak terharu dengan jumlah uang itu, uang itu memang sangat besar artinya di negeri Sudan yang miskin. Ammar menangis karena keyakinannya selama ini benar, Allah sungguh sungguh memperhatikannya selama ini, kesabarannya selama lima tahun ini diakhiri dengan cara yang indah.

Ammar tidak usah lagi membayangkan hantaman sinar matahari disiang hari yang mengigit kulitnya. Ammar tidak usah lagi memikirkan kiriman tiap bulan untuk anaknya yang tidak ia ketahui akan ada atau tidak.

Semua berubah dalam sekejap!
Lima tahun itu adalah masa yang lama bagi Ammar.
Tapi masa yang teramat singkat untuk kekuasaan Allah.

Nothing Imposible for Allah,
Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah..

Bumi inipun Milik Allah,..
Alam semesta, Hari ini dan Hari Akhir serta Akhirat berada dalam Kekuasaan Nya.

Inilah buah dari kesabaran dan keikhlasan.
Ini adalah cerita nyata yang tokohnya belum beranjak dari kota ini, saat ini Ammar hidup cukup dengan sebuah rumah di dalam Palace milik Prince. Ia dianugerahi oleh Allah di Dunia ini hidup yang baik, ia menjabat sebagai Muadzin di Masjid Prince Saudi Arabia di pusat kota Riyadh.

Subhanallah...
Seperti itulah buah dari kesabaran.

Jika sabar itu mudah, tentu semua orang bisa melakukannya.
Jika kamu mulai berkata sabar itu ada batasnya, itu cukup berarti pribadimu belum mampu menetapi kesabaran karena sabar itu tak ada batasnya. Batas kesabaran itu terletak didekat pintu Syurga dalam naungan keridhaan Nya". (NAI)



"Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar". (Al Fushilat 35)

Jumat, 21 Mei 2010

Merubah tampilan baru pada editor ABAP - SE38

Editor ABAP yang lama






















Editor ABAP yang baru





















Langkah2nya adalah sbb:
1. Pilih menu Utilities(M)
2. Pilih menu Settings
3. Pilih Tab ABAP Editor
4. Pilih Front-End Editor (New)


Kita juga bisa men-set Pretty Printer untuk merapihkan program kita yaitu dengan cara memilih tab Pretty Printer.

Jumat, 16 April 2010

Cara mencari variable long text di SAP

Kita ambil contoh long text, yaitu TCODE MM03 - Display Material pada tab Purchase Order Text.

Gambar diatas terdapat long text material description untuk purchase order. Pertama kali kita klik icon bergambar kertas dan pensil (Editor). Akan muncul gambar seperti dibawah ini:

Setelah muncul, maka pilih menu Goto > Header, kemudian akan muncul lagi seperti dibawah ini:


Maka informasi yang akan digunakan oleh abaper adalah: Text name, Language, Text Id, Text Object.

Abaper akan mendapatkan nilai long text tersebut dengan menggunakan function READ_TEXT sbb:
 
 call function 'READ_TEXT'
    exporting
*   CLIENT                         = SY-MANDT
      id                            = p_lv_id
      language                      = SY-LANGU
      name                          = p_lv_name
      object                        = p_lv_object
*   ARCHIVE_HANDLE                = 0
*   LOCAL_CAT                     = ' '
* IMPORTING
*   HEADER                        =
    tables
      lines                         = gi_lines
   EXCEPTIONS
     ID                            = 1
     LANGUAGE                      = 2
     NAME                          = 3
     NOT_FOUND                     = 4
     OBJECT                        = 5
     REFERENCE_CHECK               = 6
     WRONG_ACCESS_TO_ARCHIVE       = 7
     OTHERS                        = 8
            .
*if sy-subrc <> 0.
** MESSAGE ID SY-MSGID TYPE SY-MSGTY NUMBER SY-MSGNO
**         WITH SY-MSGV1 SY-MSGV2 SY-MSGV3 SY-MSGV4.
*endif.

Senin, 22 Maret 2010

Listrik Pra Bayar

Seiring meningkatnya permintaan servis komputer, malam hari pun ta ladeni ngebenerin komputer kastemer…
AC pasti nyala… kalo ngebenerin komputer terpaksa kulkas kudu dimatiin dulu…maklum masih 900 VA, kalo berbarengan bisa ngejplak listriknya.

Keesokannya iseng2 ke kantor PLN mau nambah daya dari 900 ~ 1300 va… weeesss lumayan murah, cuman Rp. 150K doank biayanya… and suruh nunggu 3 minggu… alamak lamanya, kirain max cuma 3 hari… “kalo disogok bisa cepet ga ya ???” kata benakku…

Tapi ada perubahan signifikan dengan meterennya & cara pembayaran…
“nanti systemnya pake pra bayar ya pak” kata si-adm PLN…
“Apa maksudnya tuh pak ???” dijelasin panjang lebar sama si adm PLN…

Diambil dari website PLN tentang kelebihan dan manfaatnya:  http://www.pln.co.id/News/PLNNews/ListrikPraBayar/tabid/801/Default.aspx
Kelebihan dan manfaat dari Listrik Pra Bayar dibandingkan dengan Listrik Pasca Bayar adalah :
1. Tidak ada pencatatan meter.
2. Tidak ada sangsi pemutusan.
3. Tidak dikenakan denda keterlambatan.
4. Tanpa Uang Jaminan Pelanggan.
5. Tanpa dikenakan biaya beban bulanan.
6. Kemudahan pembelian Token/Pulsa.
7. Mengendalikan sendiri pemakaian.
8. Pembelian disesuaikan kemampuan.
9. Privasi tidak terganggu.

Oooo… begitu ya… ta cari2 meteran dan voucher listrik di om Google akhirnya gambar keduanya muncul diatas dan disamping kanan...

Akhirnya nambah daya ga jadi… soale repot beli vouchernya kudu beli di PLN atau kantor pos… (terbiasa mbayar listrik pake internet banking)
Ya wis tunggu voucher pra bayar listrik internet banking muncul aja deh… walaupun kudu matiin kulkas kalo servis komputer malam hari…

Kamis, 18 Maret 2010

LMONE C'SVRC

Alhamdulillah, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bukit Palm, LMONE C'SVRC telah membuka service komputer dengan harga yang terjangkau !!!
Apa sih artinya LMONE C'SVRC? mau tau? nih artinya...
LM = Lantana Merah
ONE = Satu
C'SVRC = Computer Service
Jadi artinya Lantana Merah Satu sesuai dengan nama alamat rumah di Bukit Palm - Cilegon...

Latar belakang pendirian computer service:

Memberikan service komputer dengan harga terjangkau.
Pernah suatu kali saya menservice monitor yang tombolnya masuk kedalam, saya bawa untuk diperbaiki... ya... pikir saya semahal2nya berapa sih, paling Rp.50K doank, trus saya juga paling males buka casing monitor.
Tiba saatnya untuk membawa pulang dan ta gemgam uang 50K + recehan 20K + 10K...
Saya: berapa mas semuanya...
T.Service: 125K pak...
Saya: (Ups... sekaget2nya..., akhirnya balik lagi ke mobil untuk meminta uang tambahan ke istri)
Di dalam mobil:
Saya: de... uangnya kurang, bayarnya 125K
Istri: abah... mahal amat sih??? kenapa ga tanya dulu sebelumnya bah...
Saya: ya sudahlah, salah abah juga enggak nanya dulu...

Dan satu lagi latar belakang pendirian computer service yaitu supaya bisa lebih dihargai bukan hanya sekedar say to thank U... hehehehee.... ;D:D:P    *LOL*

Rabu, 10 Juni 2009

Membayar Speedy di www.bankmandiri.co.id

Membayar speedy di klik BCA ? itu mudah saja, tidak ada hal yang bertele-tele pada saat penginputan data-data informasinya, tetapi bagaimana ingin membayar speedy di www.bankmandiri.co.id ?

Saya memiliki account di dua bank tersebut, BCA saya gunakan untuk segala transaksi perbankan lewat internet dan sesekali lewat ATM. Sedangkan Mandiri hanya sebagai penampung dana dari perusahaan (baca: gaji). Setiap akhir bulan sudah pasti uang di bank Mandiri akan ditransfer ke rekening BCA... yaitu tadi... buat segala transaksi. Tapi saya ada loh Pin Mandiri untuk transaksi perbankan lewat internet.

Tetapi bilamana dana di BCA habis ? apalagi untuk membayar telkom speedy... terpaksalah perlu ke kantor BCA untuk menyetor sejumlah uang. Secerca cahaya datang kepadaku... Teman saya berujar "bisa koq pake ATM Mandiri untuk bayar telkom speedy... ".

Berikut ini langkah-langkah penginputan data pembayaran telkom Speedy di www.bankmandiri.co.id :

1. Login dengan memasukkan username dan password.
2. Masuk ke menu Pembayaran > Telkom & telepon CDMA.
3. Akan muncul dialog box "Pembayaran telkom & telepon CDMA"


4. Isi "Dari Rekening" dengan nomer rekening kita.
5. Pilih "Penyedia Jasa" dengan Telkom.
6. Isi "Kode Area" dengan 3 angka awal nomer speedy.
7. Isi "Nomer Telepon" dengan 9 angka sisa nomer speedy.
8. Centang "Simpan di Daftar Pembayaran".
9. Isi "Keterangan" dengan kata "Speedy".
10. Tekan tombol "Lanjutkan".
11. Akan muncul dialogbox konfirmasi pembayaran Speedy dengan memasukkan "Pin Mandiri".


12. Setelah memasukkan Pin Mandiri maka selesailah sudah pembayaran Speedy melalui www.bankmandiri.co.id

Untuk pembayaran selanjutnya, kita bisa bisa memanfaatkan "Dari Daftar Pembayaran" yang akan pilih sesuai dengan yang akan kita bayar. Selesai deh...

Senin, 25 Mei 2009

SIM Keliling

Sore hari penuh keliling kota Cilegon jalan-jalan dan juga memenuhi keperluan yang diraple. Selepas magrib-an di Masjid Raya Cilegon satu lagi keperluan yaitu belanja bulanan di Hypermart. Ketika masuk ke wilayah pintu masuk C-mall terlihat mobil van yang besar tertulis "Pelayanan SIM keliling"... hhmmm jangan sampai terlewatkan kesempatan ini, mana SIM saya sudah hampir 1 tahun expire.
Setelah parkir kendaraan di lantai 2 gedung C-mall, saya langsung menuju ke SIM keliling tersebut.
Saya: "Pak... berapa biaya pembuatan SIM mobil & motor ?"
Polisi: "Hanya 60 ribu untuk masing-masing SIM A dan C pak..."
Saya: "Prosedur untuk pembuatan gimana pak ?"
Polisi: "Cuma fotocopy KTP saja dan SIM asli bapak yang lama".

Cek & ricek ternyata uang didompet kurang dan fotocopy KTP juga ga ada euy... sambil menggedong Diena ke ATM bank Mandiri mengambil uang dan juga ketempat fotocopy KTP... cukup melelahkan juga karena jarak ATM dan juga fotocopy cukup berjauhan... hufffff... sesekali menyeka keringat didahi.

1. Pertama-tama kita menyerahkan fotocopy KTP dan SIM A/C. Fotocopy dan SIM langsung di hekter oleh bu polisi yang bertugas pada meja pertama. "Bapak bisa langsung test kesehatan dulu disebelah pak..." sahut bu polisi. "Oh ya... terima kasih bu..."

2. Di meja tes kesehatan cukup banyak antrian, tes kesehatan terdiri dari timbang badan, tes tekanan darah dan juga test buta warna. "Lima puluh ribu pak untuk 2 SIM bapak... " kata dokter yang memeriksa. Diberikannya berkas kesehatan untuk masing-masing SIM A dan C saya.

3. Kembali ke meja pertama bu polisi saya menyerahkan kedua berkas kesehatan. "Bapak tandatangan dikotak ini pak... dan tandatangan dibawah dan juga tulis nama bapak..." kata bu polisi. Ada beberapa isian berkas formulir yang perlu kita isi, setelah selesai kemudian kita diberi map untuk memasukkan berkas identitas dan berkas kesehatan yang tadi.

4. Berkas selesai, langsung diberikan ke pak polisi yang berjaga dipintu mobil Pelayanan SIM Keliling. "Tunggu sampai dipanggil ya pak...". Sesudah 3 orang antrian didepan saya dipanggil tibalah saya untuk masuk kedalam bis besar tersebut.

5. Didalam bis langsung duduk difoto... "Coba pak... kepalanya rada miring sedikit..." atur pak polisi pengatur gaya. Pak polisi yang satu lagi bertugas sebagai entri data SIM dan ada juga pak polisi yang bertugas sebagai pencetak SIM yang sudah selesai diproses.

6. Selesai foto dan cetak foto kita kembali lagi ke pak polisi yang berjaga dipintu tadi... "Dua SIM jadi seratus duapuluh ribu rupiah pak... ". Jadi masing-masing SIM A maupun C hanya dikenakan biaya 60 ribu saja... Cukup murah... !!!!!!!!

Selesailah sudah pembuatan SIM yang kira-kira memakan waktu hanya 25 menit saja... Akhirnya... SIM expire sudah berubah menjadi tahun 2014. Terima kasih polisi... Pelayanan SIM keliling memang sangat membantu bagi masyarakat Indonesia. Langkah maju menuju polisi yang smart & clean.

NB: foto hanya islustrasi dan diambil dari website Direktorat Lalu Lintas Polda Metropolitan Jakarta Raya.

TTM Ratu dijiplak ?

Koq terasa aneh mendengar lagu dari negeri Swedia yang dinyanyikan oleh Group Like Lady mirip-mirip lagunya TTM Ratu...

Berikut ini cuplikan lagu dari Like Lady (get from www.youtube.com)...



Berita tentang lagu TTM di beli oleh Like Lady & Maia mendapatkan royaltinya...
1. http://www.rmblitz.com/index.php?q=infotaint&id=4365&page=1
2. http://www.rileks.com/entertainment/music/onfire/23787-lagu-ttm-milik-ratu-populer-di-swedia.html

Sabtu, 23 Mei 2009

ID Card Kaskus.us

Kaskus badge : The Largest Indonesian Community

Bagaimana cara membuat ID Card untuk kaskuser ? mari kita mampir saja ke Alamat yang satu ini...